Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 31, 2020

MERANGKAI BUNGA DI MASA PURNA

Tiga puluh dua tahun  Sepanjang waktu itu, menunggu  Sambil menggerutu, atau mengisap cerutu Ataukah sambil main kartu? Oh...sungguh terlalu Sepanjang waktu itu, menanti Bergulirnya matahari ke peraduan bumi Sambil sesekali menengok ke kanan kiri Masihkah esok aku singgah di sini Di kursi yang setia menemani Lidah pun kelu menyapa, "aku pergi." Senyum pun hilang ditelan perih Batin menangis bibir meringis Aku tak punya andil lagi Esok akan kutemani anak istri Merangkai bunga sepanjang hari Mengecup, membelainya sambil minum kopi Sesekali meraih sapu lidi Masa ini harus ku jalani dengan sepenuh hati Masa ini harus ku nikmati dengan lebih hati-hati Masa ini harus ku mengerti rambut tak hitam lagi Masa ini harus ku isi dengan banyak mengaji kitab suci Sebagai bekal di akhirat nanti Cerutu dan kartu adalah cerita masa lalu Istri, anak, menantu, dan cucu adalah cerita indahku Berharap kelak menyatu dalam surgaMu Merangkai bunga sepanjang waktu Dalam dekapan kasih sayangMu ********...