Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 31, 2021

Peluit Kau Semprit

Gambar
Peluit Kau Semprit ~Alviyatun~ Ilustrasi: www.bombastis.com Mandi mentari di siang hari Tanpa alas kaki, mematung sendiri Legam tak terperikan, lelah kau tinggalkan Hanya satu keyakinan, di urat nadimu ada Tuhan Keringat, bau kurang sedap  Lekat di kaos oblong lukis senyap Teriakan menggema, langit kilaukan semesta Hanya satu keyakinan, rizki Tuhan takkan kemana Kali lain langit mengucur deras Luapkan sisa amarah yang terperas  Di bawah payung, kau tetap tabah dan kuat Peluit kau semprit, tangan bergerak mulai lambat Senyummu kan tetap terukir Logam beberapa keping 'kan mampir Senyum anak istri, adalah janji pada Ilahi Janji yang pasti diuji, di alam sebelum surgawi Senyummu kan selalu ikhlas Meski rongga dadamu terbelah batas Dunia dan surga, atau dunia dan neraka Tentu kau tak mau terjerat untuk menyesal selamanya Bantul, 31 Oktober 2021

Sayur Brongkos

Gambar
Sayur Brongkos ~Alviyatun~ Foto: Alviyatun Aku bergegas menyiapkan ubo rampe sayur brongkos, kubeli dari penjaja sayur keliling Butiran kacang merah kesukaan Si Bapak Tahu plempung gurih pelengkap tak boleh tersisih So dan kulit melinjo teman setia tak boleh lupa Barisan telur ayam terkupas dari kulitnya, nutrisi sempurna Bumbu telah menunggu diracik, Sayang Si Bapak tersenyum di antara 6 sekawan buah keluwak Warna hitam terpoles di wajah cobek yang melengkung Beradu padu dengan ulekan bawang putih, bawang merah, lombok, jahe dan ketumbar  Daging merah dari sapi yang tersembelih di hari raya Idul Adha Menari-nari dalam kubangan air mendidih dalam panci sederhana Kacang merah resah menunggu antrean,  Yang  akan melepuhkan tubuhnya hingga enak dimakan Dua batang sereh yang hampir menangis, rela ditimpuk ulekan dahsyat, meringis Terkulai masuk bersama bumbu halus dan daun jeruk. Lalu, khas keluwak dan bumbu brongkos menyemburkan aroma menusuk panca indera  Saatnya si pu...