Peluit Kau Semprit
Peluit Kau Semprit ~Alviyatun~ Ilustrasi: www.bombastis.com Mandi mentari di siang hari Tanpa alas kaki, mematung sendiri Legam tak terperikan, lelah kau tinggalkan Hanya satu keyakinan, di urat nadimu ada Tuhan Keringat, bau kurang sedap Lekat di kaos oblong lukis senyap Teriakan menggema, langit kilaukan semesta Hanya satu keyakinan, rizki Tuhan takkan kemana Kali lain langit mengucur deras Luapkan sisa amarah yang terperas Di bawah payung, kau tetap tabah dan kuat Peluit kau semprit, tangan bergerak mulai lambat Senyummu kan tetap terukir Logam beberapa keping 'kan mampir Senyum anak istri, adalah janji pada Ilahi Janji yang pasti diuji, di alam sebelum surgawi Senyummu kan selalu ikhlas Meski rongga dadamu terbelah batas Dunia dan surga, atau dunia dan neraka Tentu kau tak mau terjerat untuk menyesal selamanya Bantul, 31 Oktober 2021