Mendera bumi Ibu Pertiwi Bunyi tabung berdentuman dan saling bergesekan Kau dengarkah itu, Kawan? "Iya, aku mendengar Bukankah itu dentuman yang kau pesan semalam?" Benar, pesananku telah datang Entah berapa kali aku menghubungi penjual Nyatanya, di mana-mana bilang kehabisan. Aku telah berkirim kabar kepada Ibu Pertiwi Oksigen persediaan telah habis hari ini Aku tak bisa menjamin, nafas-nafas yang terengah itu, apakah mau menunggu? Ibu Pertiwi menghamparkan wajah ke langit merah Pandangannya menyapa sudut mega tanpa arah Mencari jawab dan mencuri solusi mengakhiri perih parah Ibu Pertiwi merenung, negri siap bangkit Mengobarkan semangat sekian jiwa sembuh dari penyakit Bertahan, dengan secukup-cukupnya perangkat di rumah sakit Ibu pertiwi mengangguk, siapkan badan Bertahan, bersabar menunggu saat aman Meluaskan nafas dan doa dalam naungan iman Menghias rumah tanpa hajatan mewah Menjalin shilah dan rahman di kemayaan Kerahkan bala bantuan dermawan Ibu Pertiwi kan tersenyum ...