Dengarlah Rintihan Kami
Dengarlah Rintihan Kami ~Alviyatun~ Ilustrasi: panrita.news Hembusan itu berkabut putih Tetapi bukanlah angin, bukan Ia bertumpu diantara dua bibir Disesap dihisap diresap Aroma mengepul merayap Menggerus dada kian sesak Akankah henti mengerang teriak Beragam batang yang kian banyak Rupa, warna, aneka, yang katanya karya bangsa Yang katanya menyerap ribuan tenaga kerja Yang katanya menyuplai deretan angka dewa Demi berlangsungnya kehidupan negara Meski telah ada peringatan tegas dan keras Tersemat dalam pembungkusnya dengan jelas Tetapi selalu saja ada yang tak percaya, Ia mengandung partikel karsinogenik perusak raga Tanpa sadar, melukis noktah-noktah hitam di paru-paru Mengganggu pernapasan bayi, balita, lansia dan mereka yang berada di sekelilingnya Kenikmatan katanya, adalah kesakitan bagi saudara Waktu selalu menggilas siapa saja yang mengganggu Setiap rintihan itu hanya akan didengarnya tanpa hirau Yang muda merasa perkasa dan bergaya Yang tua merasa kecut ...