Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 28, 2019

DI MANA MATAHARIKU?

DI MANA MATAHARIKU ? Karya : Al Ummu Sina Ahmad (Alviyatun) Langkah gontai terayun lunglai Lemah tiada daya Semangat pudar tiada upaya Meniti waktu demi waktu Sembari berpaling di masa tlah berlalu   Sebongkah lumpur menyumbat hati dan jiwa Menyangga prasangka di antara prasangka Tertahan lara meredam sekam bertitik bara Menelisik selaksa kabut Di mana matahariku…?   Kekasih abadiku… Sakinah yang terajut memenuhi rongga-rongga Menerangi jiwa… Matahari menuntun rembulan… Selalu setia   Tatkala bumi mencoba menghalangi keduanya Bulan kehilangan matahari Menyesal ia… ...

KIDUNG TEPIAN HATI

  KIDUNG TEPIAN HATI Oleh : Al Ummu Sina Ahmad (Alviyatun) Kidung – kidung nyanyian apik Terlalu sering terdengar di telinga ini Sampai tak terasa mulut bergerak Mengikuti alunannya Kidung ini memang tak asing di telinga                         Tapi mengapa?                         Detak dan desir jantung terasa lebih tajam                         Terhimpit sesak walau napas terhela lebih dalam                         Gundah dan galau menyisir tepian hati Tak mau ia pergi…. Bergelut...

KACA

KACA  Karya : Al Ummu Sina Ahmad (Alviyatun) Siapa bilang kamu ganteng? Siapa bilang kamu cantik? Paling cuma cicak-cicak nakal Yang diam-diam melirikmu Saat kamu memantaskan diri Di kaca yang tergantung di dinding Begitu saja kamu lalui h ari-harimu Dengan bersolek di kaca  yang sebenarnya telah usang Kaca yang tak dapat lagi Memperlihatkan k easlian  wajahmu Hingga kamu masih merasa  ganteng atau cantik Hik…hik…hik Lagi-lagi cicak nakal  di dinding Kali ini dia memtertawakanmu Tawanya lebih keras Karena sebenarnya ia ingin Memecahkan kaca itu. Bantul: in Neutron Bantul,          6  Mei  2015