DI MANA MATAHARIKU?


DI MANA MATAHARIKU ?

Karya : Al Ummu Sina Ahmad (Alviyatun)



Langkah gontai terayun lunglai

Lemah tiada daya

Semangat pudar tiada upaya

Meniti waktu demi waktu

Sembari berpaling di masa tlah berlalu

 

Sebongkah lumpur menyumbat hati dan jiwa

Menyangga prasangka di antara prasangka

Tertahan lara meredam sekam bertitik bara

Menelisik selaksa kabut

Di mana matahariku…?

 

Kekasih abadiku…

Sakinah yang terajut memenuhi rongga-rongga

Menerangi jiwa…

Matahari menuntun rembulan…

Selalu setia

 

Tatkala bumi mencoba menghalangi keduanya

Bulan kehilangan matahari

Menyesal ia…

Tali yang sempat mengikatnya, tak terlalu kuat

Terkoyak ego yang tak pernah mau sepakat

 

Rembulan menelisik di antara selaksa kabut

Di mana matahariku…?

 

Kekasih abadiku…

Ego yang mengoyak-ngoyak Sakinah ini

Tolong tinggalkan kami…!

Agar tak pernah lagi kucari

Di mana matahariku…?

 


Bantul : in Neutron, 12 Mei 2015.

Komentar

MENIKUNGKAN DARMA BAKTI

MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)

MELAS