DI MANA MATAHARIKU?
Langkah gontai terayun lunglai
Lemah tiada daya
Semangat pudar tiada upaya
Meniti waktu demi waktu
Sembari berpaling di masa tlah berlalu
Sebongkah lumpur menyumbat hati dan jiwa
Menyangga prasangka di antara prasangka
Tertahan lara meredam sekam bertitik bara
Menelisik selaksa kabut
Di mana matahariku…?
Kekasih abadiku…
Sakinah yang terajut memenuhi rongga-rongga
Menerangi jiwa…
Matahari menuntun rembulan…
Selalu setia
Tatkala bumi mencoba menghalangi keduanya
Bulan kehilangan matahari
Menyesal ia…
Tali yang sempat mengikatnya, tak terlalu kuat
Terkoyak ego yang tak pernah mau sepakat
Rembulan menelisik di antara selaksa kabut
Di mana matahariku…?
Kekasih abadiku…
Ego yang mengoyak-ngoyak Sakinah ini
Tolong tinggalkan kami…!
Agar tak pernah lagi kucari
Di mana matahariku…?
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar, kritik dan sarannya. Semoga memperluas wawasan dan pengetahuan saya, sehingga puisi-puisi saya semakin berkualitas, dan menginspirasi siapapun yang membacanya