MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)
MELUAPKAN KEGUNDAHAN
Karya: Alviyatun
![]() |
| Dokumen pribadi |
Malam yang tak pernah diam walau kelam
Menanti fajar dan cahya kemerahan
Terbalut embun bening yang mendingin
Sinambi menukar pelukan hangat dengan lantunan ayat-ayat
Malam yang merintih kesakitan
Menanti belaian dan usapan
Dia yang selalu dirindukan
Kehadiran dan kehangatan
Kasih sayang dan dekapan
Tuhan...
Terimakasih telah menyapaku dengan kesakitan
Terimakasih telah membelaiku dengan rasa nyeri tak tertahan
Terimakasih mengingatkanku akan sujud yang panjang
Terimakasih telah memberiku nikmat tak berkesudahan
Malam panjang berganti terang benderang
Dekstop dan keybord tak lagi menghibur hati
Hitungan desimal duduk menepi
Meringis walau tanpa tangis
Jejak digital menemani jemari jelajah kesana kemari
Menyapa dan berusaha membuat ceria hari demi hari
Jalan ini terasa terjal, hingga sepatuku nyaris robek kena bebatuan
Gazebo (Healing Garden 1) RSSarjito
16.8.2024

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar, kritik dan sarannya. Semoga memperluas wawasan dan pengetahuan saya, sehingga puisi-puisi saya semakin berkualitas, dan menginspirasi siapapun yang membacanya