Semeru Tersenyumlah
Tersenyumlah Semeru ~Alviyatun~ Selamat pagi Semeru Aku datang membawa seribu pesan cinta Kubungkus rapat dalam amplop merah jingga Persis seperti pesona mentari yang membara Kau tersenyum dalam diam Kabut putih menghalangi tubuhmu yang gagah dan kelam Membiarkan urai rambutmu membeku Tatapan matamu sembab sembilu Kau menangis, Semeru? Kenapa? Apakah kau menyesal telah memuntahkan lahar memporak porandakan muka bumi yang hampir tenggelam? Kau marahkah, Semeru? Jika orang-orang masih saling bersitegang Memperebutkan jabatan dan kedudukan Sampai lupa dengan ibadah dan perjuangan Kau tersinggung, Semeru? Jika yang namanya adil kini telah diperjualbelikan Mempermainkan si miskin dan memperjuangkan kaum elitan Sampai lupa bahwa semua akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Tenanglah Semeru Apa yang kau muntahkan adalah karena perintah Tuhan Usah menyesal, bila muka bumi jadi awut-awutan Engkau kan melihat, banyak hikmah yang mesti dimanfaatkan Tersenyumlah Semeru ...