Semeru Tersenyumlah

Tersenyumlah Semeru
~Alviyatun~

Selamat pagi Semeru
Aku datang membawa seribu pesan cinta 
Kubungkus rapat dalam amplop merah jingga
Persis seperti pesona mentari yang membara

Kau tersenyum dalam diam
Kabut putih menghalangi tubuhmu yang gagah dan kelam
Membiarkan urai rambutmu membeku 
Tatapan matamu sembab sembilu

Kau menangis, Semeru?
Kenapa?
Apakah kau menyesal telah memuntahkan lahar 
memporak porandakan muka bumi yang hampir tenggelam?

Kau marahkah, Semeru?
Jika orang-orang masih saling bersitegang
Memperebutkan jabatan dan kedudukan
Sampai lupa dengan ibadah dan perjuangan 

Kau tersinggung, Semeru?
Jika yang namanya adil kini telah diperjualbelikan
Mempermainkan si miskin dan memperjuangkan kaum elitan
Sampai lupa bahwa semua akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan

Tenanglah Semeru
Apa yang kau muntahkan adalah karena perintah Tuhan
Usah menyesal, bila muka bumi jadi awut-awutan
Engkau kan melihat, banyak hikmah yang mesti dimanfaatkan

Tersenyumlah Semeru
Sebentar lagi waktu kan berganti dengan pagi yang baru
Negeri ini kan bangkit dan mengenang keperkasaanmu 
Membangun kembali puing dan menata indah seperti dulu

Bantul, 26 Desember 2021





Komentar

MENIKUNGKAN DARMA BAKTI

MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)

MELAS