TUNAWAN (JASAD TAK DIKENAL)
TUNAWAN (JASAD TAK DIKENAL)
Karya : Alviyatun
Ku lihat, orang-orang berkerumun di pesisir pantai
Berdesak - desakan berebutan seolah hendak meyakinkan
Ada apa? Apa yang mereka perebutkan
Apa yang mereka riuhkan
Tangan-tangannya menyibak punggung pengerumun
Kaki-kaki menginjak satu sama lain
Seorang lelaki terkapar tanpa busana atasan
Mata terpejam mulut menganga bibir kebiruan
Nafas tertahan tak nampak lagi kehidupan
Kulit tubuhnya lebam - lebam
Tubuh menggelembung dan terbujur kaku
Para pengerumun menutup hidung
Bau tak sedap mulai menyengat
Lelaki tak dikenal, mati tanpa pesan
Menunggu penjemputan keluarga pun tak kunjung datang
Menangispun mungkin tak ada yang mendengar
Jasad terlentang terbujur tanpa penghormatan
Hendak ke mana ia dikebumikan
Sungguh malang nasibmu wahai tunawan
Seminggu berlalu pun keluarga tak kunjung datang
Kini tunawan menunggu dimakamkan
Wahai tunawan bagaimana kisah hidupmu?
Sepanjang hidupmu apakah berjalan dalam kebaikan
Ataukah meniti jalan terjal kehidupan hitam
Mungkinkah kini kau merasakan sebuah penderitaan
Ataukah cahya benderang yang menjanjikan kebahagiaan
Wahai tunawan
Jika jasadmu sampai alam kubur
Apakah kesempitan ruang ataukah kelapangan yang kau dapat
Akankah binatang melata yang menjijikkan dan menakutkan yang datang
Ataukah menjumpai taman nan indah dan menyenangkan
Ketika malaikat Munkar dan Nakir menghampirimu dan bertanya
Jawaban apa yang kau sampaikan
Dunia yang kau cintai dan kau agungkan, materi yang selalu kau utamakan
Sama sekali tak mampu memberi pertolongan
Menangispun tak lagi bisa dilakukan
Tinggal menunggu hari kebangkitan dalam kubur yang berkepanjangan
Menanti kiriman doa yang entah dari mana datangnya
Ruh yang selama ini menemani sepanjang hidup pun telah dipisahkan
Amal yang tak seberapa cukup untuk bekal menuju hari kebangkitan
Akankah mampu menahan rasa kepedihan, dan penderitaan dalam kesendirian
Sanksi Allah adalah pasti dan benar
Keadilan Allah senaniasa diharapkan
Kezaliman pasti terbalaskan dengan siksaan
Kebaikan pasti berbalas dengan keselamatan
KepadaNya semua diputuskan
#Juli 2019#
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar, kritik dan sarannya. Semoga memperluas wawasan dan pengetahuan saya, sehingga puisi-puisi saya semakin berkualitas, dan menginspirasi siapapun yang membacanya