MAKHLUK KECIL
Bumi dan alam seisinya sungguh indah
Allah mencipta beragam karya
Berupa makhluk-makhluk, berjenis-jenis, dan berpasang-pasangan
Sungguh saling melengkapi dan sempurna
Dalam perjalanan waktu, sesosok makhluk lahir ke dunia ini
Tak pernah ada yang tahu siapa orangtuanya
Makhluk mungil dan sangat kecil tak nampak dengan mata biasa
Bukan manusia juga bukan hantu
Pun tak ada yang bisa menebak berapa usia si mungil ini
Suatu saat ada yang memperbincangkan kemunculannya yang menggemparkan seluruh alam manusia
Membuat panik para pekerja, pelajar, orangtua,pedagang, terlebih lagi aktifis dunia kesehatan
Membuat perubahan kebijakan baru di setiap wilayah negara
Makhluk ini yang datang tak permisi, masuk tak kompromi
Menyerang tanpa memberi ruang untuk melawan
Bagai siluman di tengah malam
Saat manusia terlelap dalam buaian alam bawah sadar
Ia tebarkan racun di setiap ruangan hingga pekat abu menutup badan
Racun merasuki jiwa yang tertahan dan tak tahu kemana arah pulang
Mata yang tak pernah bisa melihat kemunculan sosok tubuhnya
Telinga yang tak pernah mendengar derap langkahnya
Indra pencium pun tak pernah membau keringatnya
Tubuh yang kadang pintunya tak terkunci rapat
Terpaksa mempersilahkan masuk dan menikmati setiap hidangan yang ada
Tak butuh waktu lama untuk menyantapnya
Hanya empat belas hari saja ia mampu meruntuhkan sendi-sendi pertahanan inangnya
Andai pertahanan inang kuat, tubuh tak jatuh
Sayangnya tak selalu inang punya prajurit yang kuat dan tangguh
Lemahnya pertahanan tubuh membuat makhluk kecil ini
Betah bersemayam dalam tubuh inang
Bahkan mencari peluang untuk menyusup ke inang lainnya
Inang yang pintu pagarnya tak pernah terkunci rapat
Dan melahap hidangan dalam inang baru, dan inang baru lagi
Tak akan pernah selesai
Suatu hari nanti, harus merubah kunci dan menyusun strategi
Pintu pagar harus rapat terkunci, tak membiarkan sembarang makhluk mengintervensi
Strategi enam langkah mencuci tangan dengan benar dan hati-hati
Mampu mengoyak lapisan lemak pembungkus dinding tubuhnya
Hingga ia tak kuasa menahan belaian akhir sabun nan lembut
Pecah dinding pertahanannya
Ia pun pergi luruh bersama aliran air
Pertahanan inang akan semakin kuat
Imunitas tinggi tak setiap inang memiliki
Terkadang kondisi tak mampu melawan emosi hingga menurunkan daya tangkal diri
Tak sulit menemukan antibody
Makan makanan bergizi, kelola emosi, membahagiakan hati, selalu mensyukuri nikmat Illahi
Memutus rantai makhluk kecil ini agar tak menyusup ke inang baru lagi
Semangat sosial distancing, pysikal distancing
Masyarakat dengan beragam kepentingan
Menahan diri dalam bersosialisasi
Bahu membahu dan saling menyadari
Pentingnya kesehatan diri
Merantau jauh tunggu jangan pulang dulu
Pada saat aman nanti silahkan pulang kembali
Karena mencegah lebih baik daripada mengobati
Duhai para pejuang medis
Beragam profesi dan saling melengkapi
Berjuang sesuai kompetensi
Tak mengenal lelah, demi mengabdi pada negeri
Senyum yang walaupun tak nampak
Karena tertutup baju hazmat dan alat pelindung diri
Terwakili oleh tutur kata yang selalu memotivasi
Pandangan mata yang selalu meneduhkan
Dan menyejukkan hati
Bersabarlah wahai pejuang negriku
Ketulusan cinta dan pengorbananmu
Akan selalu terpatri dan tercatat di sisi Illahi
Wahai makhluk kecil yang datang tanpa permisi
Allah telah menciptamu untuk menghampiri makhlukNya bernama manusia
Manusia yang kadang lupa akan siapa dirinya
Darimana asalnya, untuk apa di dunia
Manusia yang tiada berdaya hanya oleh makhluk kecil Corona
Corona yang membuat manusia kehilangan rasa aman di manapun ia berada
Corona yang menimbulkan ketakutan
Corona yang memisahkan anak dengan ayah atau ibunya
Corona yang menyibukkan para tenaga medis berjuang menyelamatkan ribuan nyawa
Corona yang menguras tenaga dan pikiran para pemikir negara untuk melindungi rakyatnya
Corona yang merampas pekerjaan para buruh, tenaga harian lepas dan karyawan
Corona...Corona...Coronaaaa....
Menangis hati karena seakan di dunia ini sudah tak aman lagi
Bertemu keluarga pun sangat dibatasi
Menuntut ilmu tak bisa bertemu teman-teman lagi
Semua harus menahan diri
Merenung dan memohon pada Illahi
Tak pantas menyalahkan dan memojokkan Corona
Karena sama saja kita menyalahkan yang Maha Kuasa
Tak semestinya kita mengedepankan ego
Memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan pribadi
Karena banyak hak yang harus kita penuhi
Ya Allah Sang Maha Pencipta
Kepada Engkaulah segala akan kembali
Pulangkanlah Corona ke tempat yang abadi
Agar kami bisa menjemput RomadhonMu
Seperti dulu lagi
*Penulis : Alviyatun
Sepenggal kisah Corona semoga menambah kesyukuran dan keyakinan pada Allah subhanahu wa ta'ala
Kepada sahabat seperjuangan, Ahli Teknologi Teknologi Laboratorium Medik di manapun kalian berada...
"Selamat berjuang ATLM... sabar, tawakal, jaga imunitas, jaga keluarga, masyarakat. Semoga Allah memberikan perlindungan,kesehatan, keselamatan kepada kita semua bangsa Indonesia."
Bantul, 6 April 2020
Sepenggal kisah Corona semoga menambah kesyukuran dan keyakinan pada Allah subhanahu wa ta'ala
Kepada sahabat seperjuangan, Ahli Teknologi Teknologi Laboratorium Medik di manapun kalian berada...
"Selamat berjuang ATLM... sabar, tawakal, jaga imunitas, jaga keluarga, masyarakat. Semoga Allah memberikan perlindungan,kesehatan, keselamatan kepada kita semua bangsa Indonesia."
Bantul, 6 April 2020
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar, kritik dan sarannya. Semoga memperluas wawasan dan pengetahuan saya, sehingga puisi-puisi saya semakin berkualitas, dan menginspirasi siapapun yang membacanya