DI BALIK HAZMAT

Pertama dalam hidup
Mengenal namamu
Saat melihat wujudmu 
Sempat terpesona dan kagum
Oleh penciptamu
Creator yang kreatif

Saat mencoba mengenakanmu
Berharap tubuh terlindung
Cipratan droplet berkadar kuman
Makhluk tak kasat mata yang mengglobal di seluruh dunia

Berlindung di balik bahanmu yang aneka rupa dan warna
Saat lebaran pun tiba dan aku masih di sana
Bukan untuk  berhari raya
Tapi memenuhi panggilan jiwa

Sementara di sekitar
Saudara kita bertebaran tanpa protokol kesehatan
Sungguh memprihatinkan

Kawan...teriak sang pejuang

Ini belum saatnya untuk bereforia
Bumi pertiwi masih mencari upaya
Keluar dari drama virus Corona
Apakah kemenangan pada akhirnya?

Tapi pejuang...teriak sang pemuda

Persediaan sembako dan bumbu di dapur menipis
Rejeki di luar pun tak lagi dapat ku kais
Bapak hanya bisa mencangkul di sawah
Ibu menjual sayuran yang masih basah
Asupan gizi adik pun belum terbeli
Sampai kapan bisa menahan nafas

Kelam hari beralas bantal
Tak bisa nyenyak dalam selimut malam
Teriakan perut tak bisa dibungkam
Sehari sekali makan, air putih dipaksa mengganjal
Merenda mimpi sekedar hayalan

Subuh menjelang
Masihkah ada harapan
Menjemput hari masih bayangan
Virus Corona cepatlah pulang
Aku ingin kembali hidup normal

Hidup tanpa Hazmat lagi
Bebas kemana menghirup udara segar
Berjalan, berlari, bersorak tanpa masker menghadang
Bernyanyi, bersekolah, beribadah
Rutinitas kembali

Menghampiri bapak dan ibu
Tanpa ragu menjabat kedua tangannya
Memeluk mencium dan bersenda gurau melepas jarak

Saatnya mengenang Hazmat
Baju pelindung berwarna warni
Saatnya mengenang Apron
Penuh tulisan pesan lucu dan berarti
Saatnya mengenang sang sepatu hitam
Ia sempat kehilangan pasangan
Saatnya mengenang kacamata Goggle
Ia sempat membuat mata kehilangan pandangan
Saatnya mengenang face shield
Dengan pagar beningnya pun kadang membuat pening kepala

Ya Allah...
DariMu kami belajar
Kinipun kami mengerti
Sepandai apapun kami
Sekuat apapun raga kami
Sekaya apapun harta kami
Ternyata tak berdaya dengan setitik karyaMu

Bantul, 06.06.2020
Penulis : Alviyatun




Komentar

MENIKUNGKAN DARMA BAKTI

MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)

MELAS