KAKEK DAN NENEK
"Perjalanan ini masih panjang ya, Kek ?
Kapan berakhirnya
Mungkinkah aku bisa menemaninu menempuh lautan ini, Kek?
Mengejar daratan yang tak kunjung kelihatan."
"Nenek ini, kenapa mesti bertanya lagi
Daratan itu memang belum pasti kita dapati
Tapi kita tak takkan berhenti
Karena Nenek pun telah berjanji setia menemani."
Jika pun nanti terpaksa berhenti,
Lautan ini pun kan menjadi saksi
Akan cinta kita yang suci
Dan alampun mengerti dan memahami
Kakek...
Keyakinanmu amat teguh dan kuat
Nenek tak bisa banyak buat
Menahan kakek pun pasti tak dapat
Mantap hati menemani apapun yang terjadi
Nenek...
Kesabaranmu sangat tulus dan berarti
Kakek pun tak pernah ragu lagi
Menautkan hati kepada Ilahi
Bersama nenek menuju surgawi
Ombakpun terdiam
Lautpun tak lagi gemuruh, menahan angin agar meniup pelan
Daratanpun nampak dari pandangan
Dua insan Kakek dan Nenek tersenyum senang
Di ujung perjalanan panjang tanpa lelah berkesudahan
Kini daratan surga yang dirindukan
Telah Allah janjikan
Bagi Kakek dan Nenek yang beriman
Dalam hati keduanya, lelah perjalanan adalah senikmat - nikmatnya jamuan
Saat cita-cita menjadi kenyataan
Kapan berakhirnya
Mungkinkah aku bisa menemaninu menempuh lautan ini, Kek?
Mengejar daratan yang tak kunjung kelihatan."
"Nenek ini, kenapa mesti bertanya lagi
Daratan itu memang belum pasti kita dapati
Tapi kita tak takkan berhenti
Karena Nenek pun telah berjanji setia menemani."
Jika pun nanti terpaksa berhenti,
Lautan ini pun kan menjadi saksi
Akan cinta kita yang suci
Dan alampun mengerti dan memahami
Kakek...
Keyakinanmu amat teguh dan kuat
Nenek tak bisa banyak buat
Menahan kakek pun pasti tak dapat
Mantap hati menemani apapun yang terjadi
Nenek...
Kesabaranmu sangat tulus dan berarti
Kakek pun tak pernah ragu lagi
Menautkan hati kepada Ilahi
Bersama nenek menuju surgawi
Ombakpun terdiam
Lautpun tak lagi gemuruh, menahan angin agar meniup pelan
Daratanpun nampak dari pandangan
Dua insan Kakek dan Nenek tersenyum senang
Di ujung perjalanan panjang tanpa lelah berkesudahan
Kini daratan surga yang dirindukan
Telah Allah janjikan
Bagi Kakek dan Nenek yang beriman
Dalam hati keduanya, lelah perjalanan adalah senikmat - nikmatnya jamuan
Saat cita-cita menjadi kenyataan
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar, kritik dan sarannya. Semoga memperluas wawasan dan pengetahuan saya, sehingga puisi-puisi saya semakin berkualitas, dan menginspirasi siapapun yang membacanya