SANG PENYEJUK JIWA

Pilu ...
Sedih...
Duka...
Lara...
Memporak porandakan harapan bahagia

Sesaat seperti nestapa memenjara
Mendung bergelayut tanpa hujan
Meratap mata menahan genangan
Menata hati di serpihan angan

Bersandang kalut membungkus wajah
Melayang angan berjuta impian
Kadung melangkah kaki injak duri
Bertabur kaca menyisa nyeri

Aku masih punya cinta
Di senandungnya tak ada nestapa
Di liriknya penuh kiasan rasa
Yang memberi rasa bahagia

Aku masih punya harap
PadaNya cinta tak berputus raga
Mengabdikan diri dengan sepenuh jiwa
Menerangi hati yang berbalut duka

MelihatMu dengan penuh cinta
Merasakan hadirMu di setiap nada irama
Dalam syukurku yang masih terbata
Dan sabarku yang selalu terjeda

Setiap baris dalam firmanMu
Menyusup sejuk di relung kalbu
Takkan pernah ada ragu
Wahai Engkau penyejuk jiwaku




Komentar

MENIKUNGKAN DARMA BAKTI

MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)

MELAS