CUKUP SATU CINTA

Cinta...

Derai-derai asmara menyapa tanpa paksa

Melepaskan sinyal-sinyal tipis hampir tak kentara

Membentuk sudut miring dan menancap dalam dada

Sangat halus dan tak berwarna, tapi membuat si empunya suka merona

          Pelepas sinyal takkan diam seribu bahasa

Ia mengerti ke mana langkah kaki

Ia perlahan tapi pasti selalu mengikuti 

Ke mana sinyalnya dibawa pergi

Sembunyi ia melepaskan anak panah lagi 

Mungkin lewat puisi, atau pesan singkat penuh arti

Pesan yang seringkali berbalas diam

Diam...menanti dalam ketakpastian

Penantian yang mungkin tak bermuara
 
Walau batin menderita, hati sulit mengubah rasa

Rasa yang terus mendera, karena berharap cukup satu cinta

Ya...cukup satu cinta 

 Lalu buat apa terus mencari cinta insani bila tak pasti

Sementara ada cukup satu cinta yang tak perlu menanti

Cukup satu cinta yang pasti dan hakiki

Cukup satu cinta dari sang pemberi cinta

Cukup satu cinta dari sang penguasa cinta

Ia kan selalu di hati bila engkau menghampiri

Ia kan selalu hadir di setiap hembusan nafas

Ia kan selalu beri cinta tanpa kau minta

Ia kan selalu beri kedamaian agar hatimu selalu tentram

Ia yang tak pernah pergi meninggalkan dirimu sendiri

Ia yang selalu lebih dekat daripada urat nadi

Janganlah engkau ragukan lagi

Cukup satu cinta yang kekal abadi

Penulis : Alviyatun 


 

 



Komentar

MENIKUNGKAN DARMA BAKTI

MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)

MELAS