TAK ADA YANG TABU DALAM ISTANAKU
TAK ADA YANG TABU DALAM ISTANAKU
Karya : Alviyatun
Beribu hari dalam membersamai terkembangnya layar kita
Sedih senang, duka gembira
Berdamai di pelabuhan semesta raya
Semesta raya bertabur sejuta rasa, kompilasi bumbu-bumbu penuh asa
Kau, yang tak pernah aku meminta
Merawat dan menyayangi bunga-bunga di taman surga kita
Kau, yang selalu setia
Membangunkan ku saat mentari menyiratkan warna jingga di timur raya
Kau, yang tak pernah lupa
Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya
Kau, tanpa pernah malu berbelanja kebutuhan rumah tangga
Meski aku bisa melakukannya
Saat tak ada asisten rumah tangga
Setumpuk baju kotor, dengan cekatan kau cuci dan rapikan
Dan Aku...?
Tanpa pernah kau meminta, dengan ketulusan rasa
Memandikan kendaraan-kendaraan kita, agar nyaman dalam berkendara
Terkadang ausnya busi melambai-lambai minta disayangi
Aku tak malu, meski istri tetangga sebelah mungkin mencibirku
Bahwa peranku sering tertukar dengan suamiku
Aku tak segan, manakala harus memanjat pohon mangga
Saat buahnya minta dipetik karena sudah tua
Tak perlu pula diminta, saat lampu dapur tak menyala
Segera ku panjat tangga bambu, menyambung kabel lampu
Manakala sang tikus clurut bergelimpangan karena kenyang memakan racunnya
Dengan sigap ku pungut dan kubur dalam kubangan tanah
Kau mampu mencukupkan sebagian peranku
Aku berupaya mencukupkan sedikit peranmu
Kau dan aku, saling mengambil alih peran
Tanpa rasa enggan dan malu
Kau dan aku jarang bersiteru
Karena kita tahu, tak ada yang tabu dalam istanaku
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar, kritik dan sarannya. Semoga memperluas wawasan dan pengetahuan saya, sehingga puisi-puisi saya semakin berkualitas, dan menginspirasi siapapun yang membacanya