TANGISAN
Karya : Alviyatun (Al Ummu Sina Ahmad)
Bukan pertama kali ia menyambangi
Dalam setiap goresan luka yang menyayat diri
Tak mungkin punah oleh amarah
Tak akan pergi hanya karena ingkaran janji
Ia tak asing bagi makhluk pecinta perasaan
Karena setiap kehadirannya sering menjadi tumpahan beban
Beban yang mungkin tak lagi nyaman menyandar di benak pikiran
Hingga harus menjerit, berlari mencari ruang berlapis kesabaran
Bila angin menghembuskan kedamaian
Bila matahari menyiratkan kehangatan
Dan rembulan membisikkan ketentraman
Deraian air keharuan menyanyikan kebahagiaan
Terkadang kepedihan berakhir dengan tangisan
Namun tak jarang, tangisan menyiratkan kegembiraan
Jangan pernah merisaukan hadirnya
Karena ia simbol luapan emosi jiwa
Lihatlah dan renungkan
Mereka yang telah dan akan
Menyerahkan segala urusannya pada Sang Pemilik Alam
Dalam kekhusyukan menghambanya
Tangisan demi tangisan menjadi teman setia
Saat tiada lagi raga, menghampiri dan menyapa
Bantul, 28 Desember 2020
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar, kritik dan sarannya. Semoga memperluas wawasan dan pengetahuan saya, sehingga puisi-puisi saya semakin berkualitas, dan menginspirasi siapapun yang membacanya