Jerit Bahariku

Ilustrasi: www.serikatnews.com



Desiran ombak menderu melepas buih di pantai 
Gelombang menghantam karang, memekikkan kekesalan
Kemarin orang-orang hanya duduk memandang ribuan plastik ditinggalkan
Mengapa meninggalkan sesuatu yang tak kami butuhkan?

Musim liburan semakin ramai kaki-kaki dipijakkan
Rasa bangga dan bahagia, pesonaku masih dielukan
Menceburkan diri, ku peluk mereka penuh harapan
Tak segan gemulai ombakku diabadikan

Aku senang mereka datang
Bukan untuk mempersembahkan sesajian
Aku rindui mereka membawa pesan
Lindungi bahari dari sampah-sampah berserakan

Betapa cantiknya aku tanpa jeritan
Hanya desauan merdu gelombang saat fajar datang
Biota pun hidup tenang
Tanpa pencemaran yang mematikan

Aku masih ingin memberikan kebahagiaan
Kepada para nelayan penangkap ikan
Agar hidup mereka mencapai kesejahteraan
Tanpa banyak terlilit hutang

Cintai aku kawan, engkau takkan menyesal
Miliki aku dengan sepenuh jiwa menjaga 
Kelak bangsa lain semakin terpesona
Merindui alam bahari Indonesia

Bantul, 9 Juni 2021

Puisi ini ditulis dalam rangka ikut memperingati Hari Laut Sedunia (Word Ocean Day) yang jatuh setiap tanggal 8 Juni sejak dicanangkannya oleh PBB pada tahun 2009.
Semoga bangsa Indonesia mampu menjaga bahari, demi kesejahteraan rakyatnya.



 



Komentar

MENIKUNGKAN DARMA BAKTI

MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)

MELAS