Setahun Puisiku: Merenda Hari Meluapkan Kegundahan (Puisi terakhir di tahun 2024) Karya: Alviyatun Puisi istimewa tentang anaku tercinta Silvi dan lelaki istimewaku Apa kabar kalian di sana, Nak? Tentu lebih menyenangkan dan membahagiakan, ya Perjuanganmu, Nak, terngiang senantiasa Kamu dan lelaki yang setia mendampingiku dan sangat ibu cintai Kalian berdua pejuang yang tangguh dan hebat tak mengeluh Tak kecewa dengan apa yang telah Allah takdirkan Meski tubuh kalian terkoyak oleh sakit tak berkesudahan Allah anugerahi jalan berjumpa denganNya lebih cepat Masyaallah, tentu perjumpaan kalian denganNya sangat membahagiakan Mengenang perjuangan kalian membuatku semakin yakin dengan segala ketentuan Mengenang perjuangan kalian membuatku semakin belajar untuk bersabar dalam ikhtiar Mengenang perjuangan kalian menyadarkan bahwa hidup tak melulu bersenang-senang Mengenang kalian menyadarkan bahwa Allah sangat menyayangi kalian Ia ingin kalian segera berpulan...
MENIKUNGKAN DARMA BAKTI
MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)
MELUAPKAN KEGUNDAHAN Karya: Alviyatun Dokumen pribadi Malam yang tak pernah diam walau kelam Menanti fajar dan cahya kemerahan Terbalut embun bening yang mendingin Sinambi menukar pelukan hangat dengan lantunan ayat-ayat Malam yang merintih kesakitan Menanti belaian dan usapan Dia yang selalu dirindukan Kehadiran dan kehangatan Kasih sayang dan dekapan Tuhan... Terimakasih telah menyapaku dengan kesakitan Terimakasih telah membelaiku dengan rasa nyeri tak tertahan Terimakasih mengingatkanku akan sujud yang panjang Terimakasih telah memberiku nikmat tak berkesudahan Malam panjang berganti terang benderang Dekstop dan keybord tak lagi menghibur hati Hitungan desimal duduk menepi Meringis walau tanpa tangis Jejak digital menemani jemari jelajah kesana kemari Menyapa dan berusaha membuat ceria hari demi hari Jalan ini terasa terjal, hingga sepatuku nyaris robek kena bebatuan Gazebo (Healing Garden 1) RSSarjito 16.8.2024
MELAS
MELAS Karya : Alviyatun Kahanan kang soyo ra karuan Sambung sinambung kedadian kahuripan Tan bakal rampung, mbuh tekan kapan urip kui pancen koyo bal sik ditendhang-tendhang Kadhang mumbul, keporo malah nungsep ing lendhutan Duwe karep tan biso kecandhak, mung nggantung ing awang-awang Impen wengi mung dadi gambar Lelandhesan pinter tan mesthi nggowo kabejan Wingi, saiki, lan sak candhake Mung iso nyawang, konco lan tonggo podho urip ing kamulyan Melas kahanan iki Melas urip iki Melas ati iki Durung sido mulyo, nanging wes nandhang loro Duh Allah kang Moho welas asih Kawula nyuwun pitedah Pitedah ingkang pinuju mergi padhang Dados kawula ingkang migunani bongso lan negoro Dalam bahasa Indonesia, NELANGSA Karya : Alviyatun Kondisi yang semakin tidak menentu Sambung menyambung kejadian kehidupan Takkan selesai, entah sampai kapan Hidup memang seperti bola yang ditendang-tendang Kadang tinggi, bisa jadi terjerembab dalam lumpur Punya keinginan tak bisa terengkuh, hanya m...

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar, kritik dan sarannya. Semoga memperluas wawasan dan pengetahuan saya, sehingga puisi-puisi saya semakin berkualitas, dan menginspirasi siapapun yang membacanya