Mengenang Kemarahan

Suatu kali di pertemuan ke sekian
Aku ingin menyapamu, Kawan
Ada gundah menyeringai di kepala
Akankah sapaku kan terbalaskan?

Terngiang dahulu, segulung kertas kau lemparkan ke depan guru
Bukan suatu kesengajaan, tetapi kau salah sasaran
Aku hanya tertawa, tertahan
Tak ingin melihat raut muka sang guru yang memerah
Kesal dan marah 

Beribu maaf kau sampaikan
Dan salam tangan kau ulurkan
Tak jua meluruhkan kekesalan
Hingga akhirnya kau dikenai sangsi dan hukuman

Nanar itu terpancar geram
Bukan ampunan yang kau dapat
Biji-biji dendam bermekaran
Merasuki kedamaian

Hanya pinta kepadaNya kau panjatkan
Hati sang guru dilapangkan

Aku masih ingin menyapamu, Kawan
Sekira hatimu terbebas dari kemarahan
Sang guru yang kau harapkan
Agar hati lega tanpa penasaran

Bantul, 28 Novemeber 2021


Komentar

MENIKUNGKAN DARMA BAKTI

MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)

MELAS