Selipan Rindu
Rindu akan suara langkah berjinjit menapaki hati
Meluaskan ruang yang selalu sempit
Menyusun tangga nada tak pernah tinggi
Lirih...
Mata yang dahaga akan senyuman meneduhkan
Telinga merindu bisik jawaban Tuhan
Kala malam telah menopang waktu
Dan orang-orang pulas dalam senyap biru
Terlintas kawan-kawan muda
Bersanding di pelaminan indah bak ratu dan raja
Merajut benang-benang asa rumah tangga
Berhias permadani indah dan bunga-bunga
Langkah ini kian menepi, tanpa kawan lagi
Sementara usia melenggang pergi
Jauh... menguning menghampiri titik sepi
Dalam dunia yang makin tak muda lagi
Namun...
Senyum itu masih mengundang rayu
Tersemat rapi harapan meski sedikit berbau semu
Terselip pula nasehat ibu
Hiduplah bahagia tanpa ragu
Bantul, 11 Mei 2022
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar, kritik dan sarannya. Semoga memperluas wawasan dan pengetahuan saya, sehingga puisi-puisi saya semakin berkualitas, dan menginspirasi siapapun yang membacanya