Abang Becak Pejuang Tangguh

Abang Becak Pejuang Tangguh
Karya: Alviyatun

Ilustrasi: Pixabay

Mendung tak mampu menghentikan roda abang becak
Meski kabut menebalkan dinding penghalang pandang
Ia terus mengayuh, berupaya dengan sungguh
Menerjang kabut tanpa keluh

Apa yang dikejarnya hari ini
Adalah ilmu bagi anak dan istri
Bukan hanya sekedar sesuap nasi
Jejak pedalnya adalah jalan cinta yang terpatri
Bukan sekedar ikatan janji suci
Yang tersemat dalam hati

Meski roda becak mulai terkoyak gerigi jalan
Abang becak tak pernah putus harapan
Selembar dua lembar rupiah dikumpulkan
Demi hidup yang mesti diperjuangkan
Keluarga harus hidup berkecukupan
Cukup pangan, sandang, papan dan pendidikan

Keringat mengucur tapi hati tetap bersyukur
Jiwa tak lepas dari tafakur
Agar suatu saat jika berlimpah harta tidak kufur
Hingga tak pernah menangis di alam kubur

Komentar

MENIKUNGKAN DARMA BAKTI

MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)

MELAS