KETIKA IA TERBANG

KETIKA IA TERBANG
~Alviyatun~


Ilustrasi: Pixabay


Durasi waktu memanjang dan melelahkan
Saat tiba dalam suatu persimpangan
Kepala menoleh ke kiri dan ke kanan
Menyisir setiap bisikan yang datang bergantian
Menyerbu meracuni pikiran
Akankah ada suatu harapan yang gemilang?
Akankah ada tapak kaki yang selalu cepat berjalan
berpacu melawan kemustahilan?  

Sampai hari ini
Menit dan detik memuliakan keadaan
Pada kepingan yang kesekian
Engkau bertanya,"Bagaimana harus kusiasati perjalanan?"
Sementara ucap dan hati bersilang menentang
Saling mengadu pada jawaban yang membuatmu bimbang

Dalam tempaan langit dan bumi yang selalu berpandangan
Matahari dan rembulan berpuisi menenangkan
Bisikmu,"Kusematkan mimpi di atas awan 
Kubiarkan ia terbang memeluk bintang
Di sana pasti ada kedamaian."

Cerita pun telah menjadi sejarah
Mewarnai setiap hentakan kaki ringan
Gagasan dalam setiap gerak tangan tanpa beban 
Energi dalam setiap senyuman 
Nasehat dalam setiap ucapan  
Meninggikan harapan-harapan 

Tonggak telah tertancap kokoh
Nama-nama telah terukir indah 
Di setiap dinding yang menjadi saksi 
Kau dan kita pernah berjuang di sini
Pejuang, selamat memeluk bintang

RSSA, 23 Mei 2023

Komentar

MENIKUNGKAN DARMA BAKTI

MERENDA HARI (Meluapkan kegundahan)

MELAS